Dampak-Dampak Keanekaragaman Masyarakat Indonesia
Dewasa ini, penemuan-penemuan baru dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengantarkan masyarakat pada era revolusi informasi. Berbagai macam teknologi informasi dan teknologi transportasi telah memungkinkan manusia dapat berkomunikasi dengan siapapun, kapanpun, dan di manapun. Keadaan seperti ini seolah-olah membuat manusia dapat memperdekat jarak sehingga dunia seolah-olah menjadi tanpa jarak. Oleh karena itu, era seperti ini dikenal juga dengan istilah era keterbukaan atau era global.Seperti yang telah diungkapkan dalam bagian sebelumnya, bahwa bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa dan sekaligus kebudayaannya. Keanekaragaman suku bangsa dan kebudayaan tersebut akan semakin kompleks pada era global atau era keterbukaan seperti sekarang ini. Hal itu disebabkan karena era global atau era keterbukaan telah memungkinkan datangnya berbagai macam paham, berbagai macam kebudayaan, berbagai macam mode, berbagai macam gaya hidup, dan berbagai macam yang lainnya memasuki sisi-sisi kehidupan masyarakat kita. Lalu, bagaimanakah kita seharusnya bersikap? Akankah kita berpegang teguh pada kebudayaan kita tanpa sedikitpun hirau terhadap pengaruh asing? Atau sebaliknya, akankah kita meninggalkan kebudayaan kita untuk kemudian mengikuti hingar bingarnya kebudayaan baru yang lebih trendi?
Dalam bagian ini kita akan mencoba membahas beberapa permasalahan yang berhubungan dengan sikap-sikap kritis terhadap hubungan keanekaragaman dan perubahan kebudayaan dan mengembangkan sikap toleransi dan empati sosial terhadap hubungan keanekaragaman dan perubahan kebudayaan.
Keanekaragaman masyarakat Indonesia dapat menimbulkan masalah, terutama yang berhubungan dengan konflik dan integrasi. Dalam hubungannya dengan masyarakat yang beraneka ragam tersebut Van den Berge mengemukakan pendapat tentang beberapa karakteristik masyarakat majemuk, yakni sebagai berikut:
- Terjadinya segmentasi ke dalam kelompok-kelompok yang mempunyai kebudayaan, tepatnya subkebudayaan yang berbeda-beda satu dengan yang lain.
- Terjadinya struktur sosial yang terbagi ke dalam lembaga-lembaga yang bersifat nonkomplementer atau terpisah-pisah.
- Lemahnya konsensus di antara para anggota masyarakat sehubungan dengan nilai-nilai sosial yang bersifat mendasar.
- Relatif sering terjadi konflik yang melibatkan antara dua kelompok atau lebih.
- Integrasi sosial dikembangkan berdasarkan ketergantungan ekonomi dan relatif bersifat paksaan.
- Terjadinya dominasi politik oleh suatu kelompok terhadap kelompok-kelompok yang lain.
Usaha-usaha untuk meningkatkan integrasi sudah dilakukan oleh generasi-generasi pendahulu bangsa Indonesia. Pada tahun 1928, wakil-wakil pemuda dari seluruh daerah di Indonesia telah melakukan ikrar yang terkenal dengan istilah Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda tersebut tumbuh dan berkembang dari pergerakan nasionalisme Indonesia yang mulai dirintis sejak awal abad ke-20. Sumpah Pemuda merupakan sebuah konsensus nasional yang memiliki daya ikat yang kuat bagi integrasi bangsa Indonesia.
Wednesday, November 13, 2019
Dinamika Kebudayaan
Sosiologi
0 Response to Dampak-Dampak Keanekaragaman Masyarakat Indonesia
Post a Comment