Sikap-Sikap Kritis Terhadap Hubungan Keanekaragaman Dan Perubahan Kebudayaan
Terhadap keanekaragaman masyarakat dan kebudayaan serta perubahan-perubahan yang ada, perlu dikembangkan sikap-sikap kritis yang kondusif. Sifat kritis yang kondusif tersebut dikembangkan sedemikian rupa sehingga keanekaragaman dan perubahan-perubahan yang terjadi dapat berkembang menjadi sebuah potensi positif dan sekaligus merupakan aset bangsa, bukan sebaliknya, yakni keanekaragaman dan perubahan-perubahan yang ada berkembang menjadi potensi konflik yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.Berbicara mengenai persatuan dan kesatuan bangsa mengingatkan kita pada konsep integrasi. Dalam bagian sebelumnya dijelaskan bahwa integrasi merupakan proses mempersatukan masyarakat, dengan berbagai perbedaan dan sekaligus perubahan yang ada di dalamnya, sehingga terjadi hubungan-hubungan yang harmonis yang didasarkan atas tatanan-tatanan yang disepakati bersama. Menyatukan beberapa masyarakat sama artinya dengan membuang potensi-potensi konflik yang ada di dalam masyarakat yang sangat beragam juga jumlahnya.
Langkah tersebut juga dibarengi dengan upaya yang dilakukan secara terus menerus untuk menghentikan pergolakan-pergolakan yang ada yang dapat mengancam integrasi. Adapun langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam rangka mencapai integrasi antara lain adalah: (1) membatasi konflik-konflik yang ada, (2) membuat kompromi-kompromi bersama, dan (3) mengembangkan rasa solidaritas bersama.
Sejalan dengan perkembangan dunia yang semakin canggih, bangsa Indonesia pun senantiasa menggalakkan program pembangunan. Pembangunan dapat dikatakan sebagai seperangkat usaha yang teratur, terarah, terpadu, dan terencana, yang berupa aktivitas perbaikan, penyempurnaan, dan pengadaan hal-hal yang baru dalam rangka meningkatkan derajat kemakmuran bangsa. Melalui program-program pembangunan tersebut diharapkan terjadi perubahan-perubahan positif dalam kehidupan masyarakat Indonesia, dari masyarakat tradisional menuju masyarakat yang semakin modern dan berkualitas. Perubahan sosial budaya mutlak diperlukan dalam proses pembangunan. Perubahan yang dimaksudkan adalah perubahan dalam sikap-sikap yang positif dan perubahan-perubahan budaya yang praktif, efektif, dan efisien, sehingga kualitas kehidupan dapat dicapai sesuai dengan yang diharapkan.
Pembangunan nasuonal harus mengacu pada modernisasi. Modernisasi merupakan proses perubahan masyarakat dan kebudayaan yang tradisional menuju masyarakat dan kebudayaan yang modern dalam arti yang sesungguhnya. Segala sesuatu dapat dikatakan sebagai tradisional jika mengandung beberapa ciri seperti tradisi yang monoton, tahayul, dan sebagainya. Sedangkan karakteristik modern antara lain adalah sesuai dengan prinsip rasionalitas, objektif, berwawasan ke depan, dan sebagainya.
Dalam hubungannya dengan konsep modern dan modernisasi tersebut juga diperlukan sikap kritis. Kebanyakan orang masih beranggapan bahwa semua yang berasal dari bangsa Barat merupakan sesuatu yang modern.
Terdapat beberapa perilaku masyarakat Barat yang bertentangan dengan nilai-nilai modern, seperti: kehidupan bebas, suka berfoya-foya, dan lain sebagainya. Kebiasaan serupa itu merupakan kebiasaan negatif yang bertolak belakang dengan nilai-nilai luhur bangsa kita. Unsur-unsur negatif bangsa Barat yang merasuki kehidupan bangsa Indonesia disebut dengan istilah westernisasi. Sehubungan dengan konsep westernisasi ini, diperlukan sikap kritis sehingga bangsa kita mampu menyaring, memilah, dan kemudian memilih dari berbagai pengaruh asing yang datang silih berganti. Perlu juga diperhatikan, bahwa program-program pembangunan yang tengah digalakkan tersebut juga dapat menimbulkan pengaruh yang negatif terhadap kehidupan masyarakat kita.
Dampak negatif dari pembangunan tersebut dapat diperhatikan dalam beberapa contoh berikut ini:
1. Dengan intensifnya kemunikasi sosial budaya dengan bangsa lain telah menimbulkan ekses negatif berupa:
- Lunturnya semangat nasionalisme.
- Menurunnya rasa cinta terhadap nilai budaya bangsa sendiri.
- Berkembangnya aneka macam kesalahpahaman tentang demokrasi sehingga muncul kerusuhan dan kriminalitas di mana-mana.
- Munculnya gerakan sparatisme yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.
- Sehat baik jasmani maupun rohani.
- Memiliki kemandirian, yakni manusia yang selalu berusaha mengatasi permasalahan yang dihadapi tanpa terlalu jauh mengharapkan pertolongan pihak lain.
- Beriman dan bertakwa sehingga kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga akan memiliki kepribadian yang mulia.
- Cinta tanah air dan bangsa, dalam arti cinta terhadap alam dan seluruh komponen manusianya tanpa membeda-bedakan latar belakang apapun.
- Memiliki kesadaran hukum dan kesadaran lingkungan. Dengan kesadaran seperti ini diharapkan akan berkembang masyarakat yang taat hukum dan sekaligus menyadari arti penting kelestarian dan keseimbangan lingkungan,baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial.
- Menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga akan dapat mengembangkan sikap yang objektif serta mampu meningkatkan kesejahteraan bagi dirinya sendiri maupun masyarakat yang ada di lingkungan sekitarnya.
- Memiliki etos kerja dan disiplin yang tinggi.
Monday, November 11, 2019
Dinamika Kebudayaan
Sosiologi
0 Response to Sikap-Sikap Kritis Terhadap Hubungan Keanekaragaman Dan Perubahan Kebudayaan
Post a Comment